Bangun Rumah di Tanah Lebih Rendah dari Jalan? Hati-Hati Energi Buruk!

Di jaman modern seperti saat ini, rumah atau pun bangunan yang ada di bawah jalan atau lebih rendah dari jalan adalah pemandangan yang paling banyak dijumpai. Peninggian jalan dan juga jembatan serta bangunan jalan layang menyebabkan sebuah bangunan yang dahulunya sejajar atau pun lebih tinggi dari jalan kini telah berubah sebaliknya.

Berdasar ilmu fengsui, bangunan atau rumah yang berada lebih rendah dari jalan ini mempunyai energi buruk. Sebab, derasnya angin dari kendaraan yang telah melintas di jalanan bawa debu yang memang suka sekali berkumpul di tempat yang lebih rendah seperti ini.

Debu adalah energi buruk dan jadi makin buruk lagi sebab tingkat dari polusi udara di perkotaan besar semakin meninggi, ditambahkan lagi dengan resiko banjir atau pun rob untuk daerah-daerah tertentu yang rawan banjir khususnya. Energi buruk tersebutlah yang sebabkan para penghuni sebuah rumah di tanah lebih rendah dari jalan ini sering sekali sakit, tak nyaman saat beristirahat, memicu pertengkaran atau pun cekcok, tingkatkan kecemasan, dan lain sebagainya, sehingga akan ada banyak sekali gangguan dalam bekerja serta berumah tangga. Maka dari itulah, sangat sulit sekali bagi seseorang untuk raih kesuksesan bila menempati rumah dengan energi buruk tersebut.

Energi yang bisa tingkatkan kualitas hidup bagi penghuni rumah adalah energi yang telah mengalir lembut dan juga bersih tak berbau atau pun berdebu. Keadaan yang seperti inilah nanti yang akan memberi pengaruh positif bagi para penghuninya, seperti halnya dengan perasaan nyaman, bisa tidur lebih nyenyak, jauh dari pertengkaran, dan jarang sakit. Bila dalam sebuah keluarga tidak betah untuk tinggal di sebuah rumah atau lebih senang pergi, mungkin bisa saja salah satunya disebabkan oleh kesalahan pada fengsui rumahnya tersebut.

Lantas, adakah solusi bangun rumah di tanah lebih rendah dari jalan?

Oleh karena itu, ada kondisi kualitas bangunan yang cukup kontras, antara kompleks perumahan dengan rendah dan sejajar atau lebih tinggi dari jalan. Memang kebanyakan komplek perumahan yang ada lebih rendah daripada jalan ini memiliki kondisi yang kumuh atau seolah-olah tidak berkembang. Sementara itu, kompleks perumahan yang ada di perbukitan yang lebih tinggi dari jalan tersebut lebih terkelola dengan sangat baik, dan tampak rapi serta bersih.

Ada beberapa solusi bagi rumah atau bangunan yang lebih rendah dari jalan. Pertama pindah lokasi, kedua bangun rumah ke atas atau ditingkat dengan meletakkan bagian dapur, kamar tidur, dan ruang makan di lantai atas, sehingga ruangan tersebut bisa lebih tinggi dari jalan, dan yang ketiga adalah dengan menata ruangan dengan cara memperhatikan kualitas bintang terbangnya.

Apabila dibandingkan dengan solusi yang pertama dan juga kedua, solusi yang terkahir ini relatif praktis. Walaupun demikian, solusi ketiga tersebut kiranya dijadikan sebagai pilihan yang terakhir dengan cara mempertimbangkan efektifitasnya. Ada banyak orang yang beranggapan, bahwa tingkat kesuksesan seseorang dilihat dari bagaimana menentukan rumah yang telah ditinggalinya, bukannya rumah yang ditinggali tentukan tingkat dari kesuksesannya. Hal yang demikian ini analog dengan lebih dulu mana telur atau ayam?

Untuk bisa menyikapi ini, Anda cukup cari jawaban atas pertanyaan kenapa orang bisa pilih tinggal di daerah perbukitan atau lebih tinggi dari jalan, tidak di rumah yang ada di bawah jalan saja? Jawabannya ada pada masalah kenyamanan.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai posisi rumah jika berada lebih rendah dari jalan, semoga dapat menginspirasi Anda dalam membangun sebuah rumah tinggal.  menjadi hal yang diperhatikan jika

Leave a Reply