Beli Rumah Baru atau Rumah Bekas?

Kira-kira mana yang pas buat Anda miliki?

Rumah baru atau bekas yang pastinya akan membutuhkan sedikit renovasi? Pertanyaan yang seperti ini mungkin saja akan bermunculan pada saat Anda akan membeli rumah, jawabannya juga dapat dikembalikan lagi pada kebutuhan masing-masing orang, mulai dari gaya hidup, kemampuan keuangan, hingga dengan perspektif pribadi tentang sebuah rumah tinggal.

Ada banyak sekali alasan yang menjadikan pertimbangan di dalam membeli rumah bekas yang lebih masuk akal, walaupun akan butuh usaha lebih untuk renovasi rumah. Misalnya saja, Anda memang sudah memiliki rencana untuk berpindah ke sebuah daerah spesifik yang dekat sekali dengan pusat kota, rumah yang seperti ini umumnya akan sangat langka untuk ditemukan pada perumahan baru.

Kebanyakan pemukiman pada lingkungan tetangga yang terbentuk hanya dapat ditemukan pada rumah bekas. Rumah baru biasanya bertempat pada area baru yang lokasinya di kota penyangga misalnya saja.  Akan tetapi, Anda juga harus mempertimbangkan secara serius lagi manfaat yang bisa didapatkan bila beli rumah baru. Simak ulasan ini dulu.

Pertimbangan beli rumah baru dan rumah bekas

Konsumsi energi lebih efisien

Buat Anda yang perduli dengan gerakan ramah lingkungan, mulai dari hemat biaya listrik hingga dengan keberlanjutan lingkungan, rumah baru adalah pilihan yang paling tepat. Biasanya proyek rumah developer belakangan ini sudah memilih material ramah lingkungan. Tapi, bila Anda beli rumah bekas yang sudah dibangun 10 tahun lalu, mungkin saja spesifikasi bangunannya sudah jauh berbeda. Yang mana pada beberapa rumah baru yang mempunyai konsep hijau, para pengembangnya juga sudah dilengkapi dengan beragam instalasi eco green.

Fleksibilitas ruang dan pemasangan kabel

Bila Anda sudah beli rumah bekas atau seken, tak ada banyak hal yang bisa diubah, mulai dari penataan ruangannya, tinggi plafon hingga pencahayaan serta desain rumahnya. Sementara itu bila Anda beli rumah baru, maka Anda bisa memperoleh perubahan desain hingga dengan jaminan perbaikan sampai 100 hari.

Biaya penggantian

Rumah baru pada perumahan pastinya juga akan dilengkapi dengan material serta perabotan baru, mulai dari atap, jendela, dan lain-lain. Lalu bila mengisi rumah dengan perabotan yang baru, maka Anda nantinya akan mendapat barang dengan jaminan kualitas garansi sampai 10 tahun, yang demikian ini tentunya berbeda bila Anda beli rumah bekas. Perabotan dan juga material bangunannya pasti sudah memiliki usia tertentu yang pastinya butuh pergantian dalam jangka waktu dekat.

Perhitungan jangka panjang

Selain dengan beberapa hal di atas, Anda juga harus memikirkan prioritas dalam jangka panjangnya. Apabila memang memilih beli rumah baru dengan sistem KPR atau kredit pemilikan rumah, maka Anda harus memikirkan juga mengenai biaya cicilan bulanannya dalam jangka waktu yang pastinya cukup panjang. Tetapi, bila Anda berencana untuk memiliki rumah sebagai aset investasi, rumah baru pastinya akan memiliki nilai lebih tinggi bila dibandingkan dengan rumah bekas.

So, pilihannya tetap ada di tangan Anda sendiri, mau pilih rumah yang baru atau pun rumah bekas. Pastikan juga untuk menyesuaikan dengan financial Anda untuk membeli rumah tinggal. Demikianlah tadi sekilas informasi tentang pertimbangan beli rumah baru atau rumah bekas yang bisa kami bagikan. Semoga saja informasi di atas bisa bermanfaat dan menginspirasi.

Leave a Reply