Jenis Pekerjaan Finishing Bangunan

Finishing bangunan ini adalah pekerjaan yang ada kaitannya dengan penutupan, pelapisan, dan menjadikan tampilan bangunan jadi lebih indah. Pekerjaan tersebut dilaksanakan setelah semua proses pembangunan rumah selesai dilakukan. Jadi, finishing merupakan proses paling akhir dari semua rangkaian pembangunan rumah. Nah, untuk mengetahui jenis-jenis pekerjaan finishing bangunan lebih lengkapnya Anda bisa menyimak beberapa ulasan berikut ini.

Tipe Pekerjaan Finishing Bangunan

Perlu Anda tahu bahwasannya secara garis besarnya jenis pekerjaan finishing terdiri atas dua bagian,

  • Finishing Basah

Finishing basah ini sendiri jenis pekerjaannya adalah dengan membuat dinding tembok. Ada dinding yang telah dilengkapi dengan lapisan penutup atau pun tetap dibiarkan terbuka. Dinding yang telah dibiarkan terbuka umumnya berupa dinding ekspos, bagian yang ditonjolkan adalah susunan batu bata atau pun batu alam maupun bahan yang lainnya. Untuk mendapatkan hasil yang baik dan biar dinding ekspos tahan lama, maka diperlukan cat khusus outdoor tahan cuaca.

Sedangkan untuk dinding yang diberi lapisan, pekerjaan tersebut dilanjutkan dengan pembuatan aci atau plester. Kegiatan pembuatan ini dilakukan pada dua tempat, yakni dalam dan luar ruangan. Selain dinding pemlesteran juga dilakukan di bagian lainnya yakni lantai,  lapisan penutup dinding biasanya menggunakan adonan semen dan juga pasir kemudian dihaluskan dengan menggunakan adonan semen saja.

Sementara untuk bagian lantai, metodenya lebih bervariasi, ada yang menggunakan ubin dari teraso, keramik, marmer, dan lain sebagainya. Ada juga pilihan lantai kayu untuk dapatkan kesan alami. Dan seperti dinding, pembuatan lapisan lantainya juga dikerjakan di dalam serta luar ruangan. Ada beberapa orang yang menggunakan material untuk buat lapisan lantai tapi diaplikasikan untuk buat lapisan penutup dinding. Jenis ruangan yang sering diberikan lapisan penutup tersebut adalah kamar mandi. Dimana bahan keramik adalah yang paling cocok untuk kondisi basah dan lembab. agar tahan lama dan anti jamur serta lumut.

  • Finishing Kering

Apabila semua pengerjaan finishing basah selesai, maka bisa dilanjutkan dengan finishing kering, yang mana pekerjaan tersebut diantaranya adalah memasangkan atap beserta kelengkapannya. Bisa dari bahan kayu atau lebih bagus lagi atap baja ringan. Selanjutnya bagian plafon. Keduanya juga mempunyai jenis yang bervariasi, baik material, desain atau pun metode pemasangannya. Pekerjaan finishing kering yang lain adalah memasang pintu, jendela,serta hiasan dinding. Untuk jenis pekerjaan lebih lengkap, maka bisa dibuatkan carport, pagar rumah dan pasang canopy sekalian. Ini tentu perlu biaya dan waktu lebih lama lagi. Jadi harus anda perhitungkan dengan cermat.

Demikianlah jenis pekerjaan finishing bangunan yang perlu anda perhatikan saat bangun rumah.  Jangan lupa untuk simak Tips Mudah Pindah Rumah Tanpa Ribet, jika Anda memang berencana untuk berpindah tempat tinggal.

Leave a Reply