Rumah Sebagai Aset atau Beban Investasi

Tanah atau rumah tinggal sudah sering dianggap sebagai aset. Akan tetapi dalam akuntansi, suatu aset yang paling sering dianggap sebagai aset masih belum bisa disebut sebagai aset. Suatu wujud fisik, baik bentuk bangunan atau pun tanah misalnya saja belum pasti secara substansi adalah aset.

Bangunan rumah misalnya, bisa saja adalah aset atau pun properti investasi. Pada artikel kali ini akan membahas tentang peranan rumah sebagai aset atau beban investasi yang dimiliki untuk dijual.

Rumah sebagai aset (aset tetap) atau beban investasi

Tanah dan bangunan rumah diklasifikasikan sebagai aset tetap bila dipergunakan selama lebih dari satu tahun dan juga dipergunakan untuk hasilkan produk maupun jasa dalam operasi utama sebuah perusahaan. Sedangkan properti investasi ini merupakan aset tak lancar atau properti yang telah dikuasai sebuah perusahaan untuk bisa menghasilkan rental maupun untuk kenaikan nilai atau keduanya, akan tetapi tak untuk dipergunakan di dalam kegiatan usaha sehari-hari. Perhatikan ada kesamaan di dalam definisi aset tetap dan juga properti investasi yakni kata rental.

Yang mana apabila sebuah perusahaan sewakan atau merentalkan suatu aset tak lancar, kapan aset tersebut akan diakui sebagai aset tetap? Kapan diakui sebagai properti investasi? Untuk bisa mengetahui kapan rental adalah aktifitas operasi utama dan juga kapan rental bukan menjadi operasi utama. Kami akan memberikan panduannya buat Anda untuk bisa membedakanya. 

Properti investasi akan menghasilkan arus kas yang mana sebagian besar tak bergantung pada aset lain yang telah dikuasai oleh entitas. Contohnya saja, sebuah perusahaan multinasional seperti halnya Trans Corp membeli sebuah bangunan di daerah Jakarta. Apabila Trans siapkan bangunan tersebut secara signifikan supaya nantinya bisa diperasionalkan sebagai pusat perbelanjaan yang telah menandai, maka bangunan adalah aset tetap bukanlah properti investasi. Akan tetapi, bila Trans hanya sewakan saja bangunan tersebut pada merchant untuk berdagang, tanpa harus menyediakan bangunan tersebut dengan fasilitas yang telah memadai untuk dijadikan sebagai pusat perbelanjaan, maka properti tersebut merupakan properti investasi.

Jadi, secara konseptual, generation of cash flow adalah kriteria untuk dapat menentukan properti dipergunakan untuk kegiatan operasional atau tidak. Jika sebuah perusahaan sediakan fasilitas yang sangat signifikan, supaya bangunannya bisa dipergunakan untuk segera dioperasikan sebagai pusat perbelanjaan, maka bangunan tersebut merupakan aset tetap, sebab dengan adanya fasilitas yang sangat signifikan itu artinya perusahaan jalankan bisnis atau pun usaha pengelolaan pusat perbelanjaan.

Akan tetapi jika fasilitas digunakan untuk lengkapi bangunan yang tak signifikan, itu artinya bangunan  tersebut diibaratkan sebagai bangunan kosong yang hanya disewakan, sehingga bangunan tersebut disebut sebagai properti investasi. Penentuan yang signifikan fasilitas atau pun aset yang lainnya yang ada di dalam suatu bangunan maupun properti tersebut bergantung dari judgement yang professional atau pun penyusun laporan keuangan. Judgement sangat diperlukan sekali untuk menganalisis properti tersebut apa aset tetap atau pun properti investasi.

Demikianlah tadi sekilas informasi tentang rumah sebagai aset atau beban investasi yang bisa kami sampaikan untuk Anda semuanya. Semoga saja bermanfaat.

Leave a Reply