Tahap Proses Pembangunan Rumah yang Harus Diperhitungkan

Pada saat Anda ingin mendirikan rumah tinggal sendiri, tentunya harus mempersiapkan anggaran dana. Dengan mengkalkulasi perhitungan dana secara cermat, maka tidak perlu lagi takut jika proses pembangunan rumah nantinya berhenti di tengah jalan.

Disamping hal itu, ada jumlah banyaknya anggaran juga dipengaruhi dari type maupun model yang hendak Anda bangun. Contohnya saja anggaran bangun rumah minimalis tidak akan sama dengan rumah gaya klasik. Dan berikut ini adalah tahapan proses pembangunan rumah secara garis besar.

Tahapan proses pembangunan rumah

Pekerjaan awal

Tahapan ini adalah pengukuran untuk dapat menentukan posisi bangunan serta batas-batasannya. Kemudian juga bouwplank yang nantinya berguna sekali untuk menentukan titik dari bangunan dengan cara mendirikan pagar dengan menggunakan papan.

Pekerjaan pondasi

Item pekerjaannya nantinya akan mencakup pemasangan pondasi dengan menggunakan batu kali yang dihitung dari semua panjang pondasinya lalu dikalikan dengan tinggi pondasi dengan satuan meter persegi (m²).

Pekerjaan struktur

Sedangkan untuk item satu ini meliputi pekerjaan sloof yang perhitungannya adalah panjang sloof x lebar x tinggi. Lalu pembuatan kolomnya adalah tiang tegak lurus pada sloof. Serta ring balk yang berupa sloof tetapi dibangun di atas kolom. Yang mana perhitungan volumenya ditentukan oleh jumlah kolom dikalikan dengan tinggi kolom.

Pekerjaan dinding

Untuk kebutuhan bata ini dapat dihitung dari keliling dinding yang dikalikan dengan tinggi dindingnya. Lalu dikurangi dengan luasan dari daun jendela serta pintu. Ukuran bata juga harus diperhatikan dalam perhitungan ini sebab dapat menggunakan hebel atau batako.

Pekerjaan kusen, pintu, atau jendela

Pemasangan kusen di sisi dinding tertentu sebagai akses keluar masuk atau hawa udara. Kayu tersebut dilapisi politer atau cat agar awet. Kemudian termasuk juga pada pengerjaan pemasangan kunci serta handle pintu maupun jendela.

Pekerjaan rangka atap

Cakupan pekerjaannya bisa berupa pemasangan rangka atap jika memang diperlukan ditambahkan alumunium foil dan pemasangan genteng beserta aksesorisnya. Pada fase ini anda bisa piliha rangka atap memakai baja ringan, rangka kayu atau bahan lain. Sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran anda.

Pekerjaan finishing

Di sini itemnya bisa berupa pemasangan material lantai, baik untuk ruangan dan teras. Termasuk juga dinding seperti dapur dan kamar mandi. Lalu juga pekerjaan finishing pintu, kusen, serta jendela lewat pelapisan politer maupun cat agar awet dan menambah keindahan bangunannya.

Demikianlah tahap proses pembangunan rumah yang harus diperhitungkan yang bisa kami informasikan. Baca juga artikel lainnya tentang Jenis Pekerjaan Finishing Bangunan (70).

Leave a Reply